| Secebis Nasihat Imam Syafie |
Kita
adalah sahabat kepada seorang sahabat .Begitu juga sebaliknya .Sunyilah hidup
ini tanpa seorang sahabat.Ada kalanya ,sahabatlah orang yang ditemui untuk
berkongsi segala rasa suka dan duka
· Sahabat yg baik
“Aku mencintai sahabat-sahabatku dengan segenap jiwa
ragaku,seakan-akan aku mencintai sanak-saudaraku.Aku selalu berharap mendapat
sahabat sejati yang tidak luntur baik dalam keadaan suka ataupun duka.Jika itu
aku dapatkan,aku berjanji akan selalu setia
padanya.”
·
Mencari Sahabat Setia Dalam Duka
“Belum pernah kutemukan di dunia ini seorang sahabat yang setia
dalam duka.Padahal hidupku sentiasa berputar-putar antara suka dan duka.Kalau
suka melanda,aku sering bertanya.Siapakah yang sudi menjadi sahabatku?Di kala
aku senang,sudah biasa bahawa banyak orang yang akan iri hati,namun bila
giliran aku susah mereka pun bertepuk tangan. ”
· Menghadapi
musuh
“Ketika aku menjadi pemaaf dan tidak mempunyai rasa dengki,hatiku
lega ,jiwaku bebas dari bara permusuhan.Ketika musuhku lewat di hadapanku,aku
sentiasa menghormatinya.Semua itu kulakukan agar aku dapat menjaga diriku
daripada kejahatan.Aku tampakkan kemarahanku,kesopananku dan rasa
persahabatanku kepada orang-orang yang kubenci,sebagaimana ku tampakkan hal itu
kepada orang-orang yang kucintai.Manusia adalah penyakit dan penyakit itu akan
muncul apabila kita mendekati mereka.Padahal menjauhi manusia bererti
memutuskan persahabatan. ”
· Mengasingkan
Diri Lebih Baik Daripada Bergaul Dengan Orang Jahat
“Bila tidak kutemukan sahabat-sahabat yang takwa,lebih baik aku
hidup menyendiri daripada aku harus bergaul dengan orang-orang jahat.Duduk
sendirian untuk beribadah dengan tenang adalah lebih baik menyenangkanku
daripada bersahabat dengan kawan yang mesti aku berwaspada.”
· Pasang Surut
Persahabatan
“Aku dapat bergaul secara bebas dengan orang lain ketika nasibku
sedang baik.Namun,ketika musibah menimpaku,kudapatkan mereka tidak ubahnya roda
zaman yang tidak mahu bersahabat dengan keadaan .Jika hidupku berlumuran
kebahagiaan,banyak orang iri hati jika hidupku berselimut derita mereka
bersorak-sorai. ”
· Rosaknya
Keperibadian Seseorang
“Dalam diri manusia itu ada dua macam potensi tipuan dan
rayuan.Dua hal itu seperti duri jika dipegang dan ibarat bunga jika dipandang.Apabila
engkau memerlukan pertolongan mereka,bersikaplah bagai api yang dapat membakar
duri-duri itu.”
· Tempat
Menggantungkan Harapan
“Apabila engkau menginginkan kemuliaan orang-orang yang mulia,maka
dekatlah orang yang sedang membangun rumah untuk Allah.Hanya orang yang jiwa
mulia yang dapat menjaga nama baik dirinya dan selalu menghormati tamunya,baik
ketika hidup mahupun setelah mati.”


No comments:
Post a Comment